๐ฅ Bagaimana Cara Membangun Damai Sejahtera Dalam Kehidupan
Tetapisetelah selesai berdoa, Tuhan Yesus mendapatkan kekuatan dan damai sejahtera yang luarbiasa untuk menjalani semua proses penyaliban. Doa itu luarbiasa! Doa membuat damai sejahtera yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikiran kita. Ada banyak orang minum obat mahal untuk menenangkan hati, tetapi doa adalah "obat" yang paling
Tuhantelah memberikan pedoman untuk memimpin langkah kehidupan kita, yaitu damai sejahtera yang ada di dalam hati kita. Tetapi seringkali kita abaikan, dan hal ini menyebabkan kita mengalami banyak masalah. Sebab itu, biarlah kita mau ijinkan damai sejahtera itu memimpin langkah kehidupan kita. 3. TIDAK PERCAYA KEPADA FIRMAN ALLAH (Yes. 26:3, 4)
Denganmengemukakan dua sikap utama di atas, saya mengajak kita mengikuti secara saksama delapan cara membangun keluarga bahagia: III. 1. Tutuplah Pintu Kamar Di dalam kamar yang tertutup itulah Saudara, suami istri, atau Saudara sebagai orangtua bersama anak-anak dapat mengemukakan hal-hal negatif yang mengganggu perasaan.
DanKolose 3:15 memberitahu kita bahwa kita dipanggil untuk hidup di dalam damai sejahtera. Kita dipanggil untuk masuk ke dalam damai sejahtera karena kita dipanggil untuk menjadi kudus. Perjanjian Lama Menegakkan Hal yang sama Kita menemukan prinsip yang persis sama di Perjanjian Lama.
Kolose3:15." Damai sejahtera bermula di dalam hati, bukan di bagian eksternal atau interaksi dengan sesama kita. Orang yang berusaha menunjukkan damai sejahtera tanpa benar-benar dipenuhi damai itu, pasti sangat lelah. Damai sejahtera tidak pernah dimaksudkan untuk konsumsi pribadi pula, tujuannya adalah untuk kebutuhan hidup bersama.
Sejalandengan Mazmur 133 yang mengatakan Indahnya Persaudaraan yang rukun demikian juga Indahnya membangun paradigma Inklusif bagi kita semua," tandas Dawan.Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Papua (PGGP) mengadakan Pelatihan Membangun
MembangunPerasaan Positif 1 Jadilah diri sendiri. Ketika kita mencoba menjadi orang lain, hal tersebut akan menambah stres, rasa bersalah, dan ketidakbahagiaan ke dalam hidup kita. Kita selalu berharap untuk menjadi orang yang berbeda dari diri kita sekarang, namun bukan begitu cara kerjanya!
Jikakita ingin mengalami dunia damai, harmonis, kesatuan, cinta, kemakmuran dan kebahagiaan, kita harus mengubah fokus kita dan melihat dan membayangkan dunia seperti itu. Kita harus fokus pada kenyataan bahwa kenyataannya hanya ada satu. Satu Tuhan, Satu Kekuatan, siapa allah dari semua manusia, apakah ini "Dia / Dia / Dia" disebut Roh, Dewi
Untukmewujudkan kelurga yang nyaman dan damai, kita harus memperhatikan hal-hal berikut: 1. Tidak Adanya Kebohongan Dalam satu keluarga, janganlah saling membohongi pasangan masing-masing. Saling terbuka dan saling menghargai satu sama lain. Maka kebohongan akan terhindar. 2. Rasa Saling Percaya
Filipi4:7-9 yang disampaikan oleh Gembala Sidang/Pembina memberikan 2 (dua) cara untuk dapat mengalami damai sejahtera yang berlimpah. #1 Perhatikan cara kita berpikir Apa yang kita pikirkan biasanya menentukan tindakan kita. Apabila pikiran kita negatif, maka besar kemungkinan apa yang kita lakukan pun menjadi negatif.
Damaiberarti situasi selamat sejahtera dalam diri manusia yang didasarkan pada seamngat kasih, tanpa ada dendam dan permusuhan (Lukas 6: 27-36) . Perdamaian adalah tata kehidupan masyarakat yang didasarkan pada kasih dan keadilan. Fakta-fakta Ketidakadilan , Ketidakjujuran, Ketidakbenarandan situasi Tidak Damai dalam masyarakat
BIASAKANBERSABAR DAN BERSIKAP LEMBUT. "Dengan kesabaran, seorang komandan dibujuk, dan lidah yang lemah lembut dapat mematahkan tulang." โ Amsal 25:15. "Pertengkaran pasti terjadi, tapi hasil akhirnya bergantung sikap kita. Kita harus benar-benar sabar dan masalah pasti bisa selesai." โG. A., telah menikah selama 27 tahun.
kgCX. 1 min readMaret 2023 6-12 MARET 2023Mazmur 1271"Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 1. Seringkali kita fokus untuk menjaga harta yang kita miliki di bumi dan melupakan hal yang paling penting yaitu menjaga hati. Kita memberikan pengawasan dan membuat sistem penjagaan yang terbaik untuk harta duniawi kita, tetapi kita cenderung membiarkan hati kita tidak terjaga. Hal tersebut membuat iblis dengan mudahnya masuk dan merenggut seluruh kehidupan yang kita miliki serta membuat damai sejahtera hilang dari pada kehidupan karena itu, kita harus fokus untuk menjaga hati kita untuk Tuhan karena itulah kehidupan kekal yang 1010"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."2. Bagaimana cara menjaga hati dan memiliki kehidupan yang dipenuhi oleh damai sejahtera?Menyerahkan hati dan pikiran kita hanya kepada Tuhan bukan kepada Tuhan yang dapat memberikan kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera, kedamaian yang berbeda dari kedamaian yang diberikan oleh dunia yang tidak dapat digantikan oleh apapun juga dan hanya Tuhan yang mampu menjaga hati 47Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Yohanes 1427"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."RenunganApakah kita sudah sungguh-sungguh menjaga hati kita atau justru kita fokus untuk menjaga segala sesuatu yang kita miliki di bumi dan melupakan untuk menjaga hati kita?Referensi1. Materi Presentasi2. Materi RangkumanLatest
Oleh DR H Fuad Thohari MA *Dalam suasana bahagia, sebagai Muslim, hendaknya kita saling mendoakan; mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang beruntung dan selalu mendapat hidayah-Nya. Islam itu seperti buih, Islam tidak lagi punya wibawa di mata pemeluk agama lain, akibat banyak diantara kita yang ุญูุจูู ุงูุฌุงู ู ุงููุญูููุงุฉู gila jabatan, gila pengaruh, dan membabi buta dalam memburu mewahnya kehidupan duniawi, dan pada saat yang sama, kita ini justeru ููุฑูุงููููุฉู ุงููู
ูููุชู benci kematian. Umat Islam banyak yang terkena virus al-wahn, gila jabatan, gila pengaruh, dan membabi buta dalam memburu mewahnya kehidupan duniawi, dan pada saat yang sama, kita ini justeru ููุฑูุงููููุฉู ุงููู
ูููุชู benci kematian. Nampaknya, realitas ini sejalan dengan nubuat al-rasul Muhammad saw sebagaimana dinyatakan dalam sabdanya sebagai berikutุณูู ุฃุจู ุฏุงูุฏ - ุฌ 11 / ุต 371ุนููู ุซูููุจูุงูู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ูููุดููู ุงููุฃูู
ูู
ู ุฃููู ุชูุฏูุงุนูู ุนูููููููู
ู ููู
ูุง ุชูุฏูุงุนูู ุงููุฃูููููุฉู ุฅูููู ููุตูุนูุชูููุง ููููุงูู ููุงุฆููู ููู
ููู ูููููุฉู ููุญููู ููููู
ูุฆูุฐู ููุงูู ุจููู ุฃูููุชูู
ู ููููู
ูุฆูุฐู ููุซููุฑู ูููููููููููู
ู ุบูุซูุงุกู ููุบูุซูุงุกู ุงูุณูููููู ููููููููุฒูุนูููู ุงูููููู ู
ููู ุตูุฏููุฑู ุนูุฏููููููู
ู ุงููู
ูููุงุจูุฉู ู
ูููููู
ู ููููููููุฐูููููู ุงูููููู ููู ูููููุจูููู
ู ุงูููููููู ููููุงูู ููุงุฆููู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ููู
ูุง ุงูููููููู ููุงูู ุญูุจูู ุงูุฏููููููุง ููููุฑูุงููููุฉู ุงููู
ูููุชู Artinya Rasulullah bersabda, โNyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.โ Seseorang berkata, โApakah karena sedikitnya kami waktu itu?โ Beliau bersabda, โBahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.โ Seseorang bertanya, โApakah wahn itu?โ Beliau menjawab, โCinta dunia dan takut mati.โ HR. Abu Dawud.Salah satu misi utama diutusnya Rasulullah SAW di muka bumi ini adalah untuk menyebarkan rasa kasih sayang, kerukunan, dan kedamaian. Suasana damai itu tidak hanya terhadap sesama manusia, tapi juga terhadap makhluk Allah lainnya, seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, air, bumi, dan sebagainya. Misi perdamaian ajaran Islam juga tercermin dalam kata โIslamโ itu sendiri, yang secara harfiyah literal berarti selamat, sejahtera, aman, dan harus menyadari, respons defensif dengan menyatakan, Islam itu berarti 'salam' damai saja tidak cukup. Setiap individu Muslim harus membuktikan tidak hanya dengan perkataan, tapi lebih penting lagi dengan amal perbuatan. Bahwa Islam dan kaum Muslimin adalah cinta damai dan betul-betul berorientasi menuju ke 'Dar al-Salam' dengan cara-cara yang damai. Menegakkan amar maโruf nahy munkar merupakan perintah Islam. Tetapi, nahyu munkar harus dilakukan dengan cara-cara yang maโruf, yakni cara yang baik, damai, persuasif, penuh hikmah, bijak, dan pengajaran yang baik. Bukan dengan cara-cara yang di dalamnya justru mengandung kemungkaran, seperti pemaksanaan, kekerasan, apalagi diakui, memang masih ada segelintir orang yang kebetulan beragama Islam melakukan tindakan kekerasan yang dapat dikatagorikan sebagai 'terorisme'. Terorisme tidak lain merupakan tindakan kekerasan untuk menciptakan rasa ketakutan yang meluas dalam masyarakat dan dapat menimbulkan jatuhnya korban secara tidak pandang bulu indiscriminateโ. Bahkan anehnya, karena pandangan yang sempit, tindakan kekerasan itu tidak jarang diklaim sebagai bagian dari โjihad fisabilillahโ.Pemberian justifikasi keagamaan atas keadaan kekerasan ini jelas keliru. Karena, sesungguhnya hampir semua ulama sepakat bahwa jihad sah hanya sebagai usaha 'bela diri' difaโiy, bukan agresi ibtidaโiy yang melewati batas. Jihad yang sah hanya bisa dijustifikasi dan dinyatakan pemimpin dan ulama yang legilimate, bukan ditentukan segelintir orang. Bahkan, jika jihad itu terpaksa dimaklumkan mereka yang memiliki otoritas, itupun tidak boleh dilakukan atas dasar tendensi kemarahan dan kebencian yang membuat para pelakunya mengabaikan keadilan. Allah SWT dengan nada serius mengingatkan dengan Firman-Nya ููููุงุชููููุง ููู ุณูุจูููู ุงูููููู ุงูููุฐูููู ููููุงุชููููููููู
ู ููููุง ุชูุนูุชูุฏููุง ุฅูููู ุงูููููู ููุง ููุญูุจูู ุงููู
ูุนูุชูุฏูููู"Dan Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas". QS Al Baqarah/2190Selanjutnya Allah SWT juga berfirman ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขูู
ููููุง ููููููุง ูููููุงู
ูููู ููููููู ุดูููุฏูุงุกู ุจูุงููููุณูุทู ููููุง ููุฌูุฑูู
ููููููู
ู ุดูููุขููู ููููู
ู ุนูููู ุฃููููุง ุชูุนูุฏููููุง ุงุนูุฏููููุง ูููู ุฃูููุฑูุจู ูููุชููููููู ููุงุชูููููุง ุงูููููู ุฅูููู ุงูููููู ุฎูุจููุฑู ุจูู
ูุง ุชูุนูู
ููููู, artinya "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakanโ.QS. Al Maidah/5 8Karena itulah, dalam usaha membuktikan bahwa Islam merupakan agama perdamaian, setiap Muslim harus damai di dalam dirinya sendiri, tidak dikuasai hawa nafsu, amarah, dan kebencian. Untuk berdamai dengan diri sendiri, setiap Muslim harus hidup damai dengan Tuhan-Nya, dan harus betul-betul menyerahkan diri taslim kepada Allah SWT. Ia harus meninggalkan seluruh hawa nafsu angkara murka, tidak boleh merasa paling benar, dan tidak boleh memaksa orang lain dengan kekerasan untuk tunduk kepadanya. Hanya dengan mewujudkan perdamaian dalam diri masing-masing, perdamaian di antara manusia dan lingkungan hidup dapat diciptakan. Allah SWT berfirman dalam surat al-Fath ูููู ุงูููุฐูู ุฃูููุฒููู ุงูุณูููููููุฉู ููู ูููููุจู ุงููู
ูุคูู
ูููููู ููููุฒูุฏูุงุฏููุง ุฅููู
ูุงููุง ู
ูุนู ุฅููู
ูุงููููู
ู ููููููููู ุฌููููุฏู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู ููููุงูู ุงูููููู ุนููููู
ูุง ุญููููู
ูุง artinya "Dialah Allah yang telah menurunkan ketenangan, kedamaian Sakinah kedalam hati orang-orang mukmin. Supaya keimanan mereka bertambah, disamping keimanan mereka yang telah ada". QS. Al Fath4Kita dilahirkan di zaman akhir, kita bukan Nabi, kita bukan Rasul, tetapi manusia biasa yang sering kali alpa, khilaf, dan berbuat salah. Kesalahan dengan Allah ditutup dengan taubat, menyesali, menarik, dan berjanji tidak mengulangi lagi. Kesalahan dengan sesama, dosa sosial, hanya dengan minta dimaafkan dan dihalalkan. Jangan sampai kita menjadi orang "muflis" alias itu, kalau kita ini menjadi pejabat, RT, RW, Camat, Menteri dan bahkan presiden, wajib bagi semua pejabat itu untuk meminta maaf kepada warga atau rakyatnya.* Lektor Kepala, Fakultar Syariah dan Hukum UIN Jakarta
Perang dunia tercatat dua kali terjadi dan memakan banyak korban. Sejatinya tak ada manusia yang ingin hidup dalam ancaman. Ya, semua orang di berbagai belahan dunia pasti mengharapkan kehidupan yang damai. Meski begitu, ketidaksepahaman terkadang mampu memicu konflik yang bahkan dampaknya berkepanjagan. Nggak mau kan saat beraktvitas atau saat menghabiskan akhir pekan bersama keluarga kamu merasa panik karena konflik antarnegara? Perdamaian dunia yang diidam-idamkan oleh semua orang tak hanya menjadi tugas pemerintah. Kita sebagai warga negara pun memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut. Terlebih sebagai generasi muda yang kelak memimpin sebuah negara. Cara untuk mewujudkan perdamaian dunia juga nggak berat kok. Banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan, dan modalnya hanya kemauan. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan, sebagai generasi muda, untuk menciptakan perdamaian dunia. 1. Jadilah Pribadi yang Baik tanpa Mengharapkan Imbalan Menjadi baik tidak berarti kamu harus memberi uang atau memberi hadiah kepada seseorang. Kebaikan yang kamu tujukan kepada orang-orang menunjukkan bahwa mereka itu penting. Kamu bisa melakukan berbagai hal untuk melakukan kebaikan, misalnya dengan menyisihkan uang jajan dan memberikannya pada tunawisma, menyumbangkan sesutu kepada sesama yang membutuhkan, mempedulikan rekan-rekan, atau bahkan hanya menebar senyuman. Bete nggak sih kalau kita melihat wajah orang lain yang jutek atau cemberut? 2. Berhenti Menghakimi Orang Lain Sangat mudah memang untuk melontarkan komentar atau bahkan menilai seseorang hanya dengan melihat penampilannya. Namun prasangka buruk yang kamu lakukan hanya akan membuat kamu tidak nyaman. Jangan takut atau berprasangka buruk pada orang-orang hanya dari cara mereka berpakaian, dimanapun kamu berada. Karena belum tentu mereka seburuk yang kamu bayangkan. Setiap orang memang memiliki keyakinan hidup tersendiri. Tak menutup kemungkinan dengan kita tak berprasangka buruk serta berbuat baik kepada orang lain, maka orang lain itu akan merasa bahwa kita adalah orang yang berarti dan menyadari manusia sebagai saudara. 3. Berhenti Berperan sebagai Korban Jika kamu mengalami hal yang buruk dalam hidup, sangat mudah untuk merasa bahwa kita merupakan korban. Namun, perasaan itu hanya akan membawa kamu pada perasaan yang melulu lemah hingga akhirnya menjadi paranoid. Lepaskan saja beban itu, dan lupakan hal yang membuat kamu takut, karena itu hanya akan membuat kamu kehilangan kesempatan untuk menyebarkan perdamaian di dunia. Semakin kamu terus berperan layaknya seorang korban, semakin mereka yang menyakiti kamu merasa puas. Jadilah diri sendiri untuk menguatkan dirimu dan tersenyumlah. Hal ini akan membuatmu merasa damai, dan mencintai diri sendiri yang ujungnya akan membawa kedamaian. 4. Cintai Orang Lain Merasa damai atau bahkan mencintai orang yang pernah melakukan kejahatan kepada kita tentu bukan perkara mudah. Saat seseorang telah menyakiti kita, biasanya hal yang ingin kita lakukan adalah membalasnya, menggosipkannya, dan membicarakan keburukannya. Gimana mau menciptakan perdamaian dunia kalau diantara sesama saja tidak berdamai? Memaafkan adalah kunci besar untuk sebuah perdamaian dunia. Dalam hal ini tak hanya orang lain yang pernah menyakiti kita, tapi juga kerabat dan teman dekat yang pernah menyakiti kita di masa lalu. 5. Ciptakan Suasana Damai di Rumah Rumah menjadi tempat kita kembali dari aktivitas sehari-hari. Tentu saja kita mengharapkan suasana rumah yang damai, dan yang tidak membuat kita stres. Karena itu, lepaskan semua beban kerja saat kita ada di rumah, berbahagialah dan dengarkan musik yang menyejukkan hati. Hindari musik-musik bertemakan cinta yang seringkali membuat orang atau bahkan kita galau berkepanjangan. Pilih musik yang memotivasi dan membantu membawa kedamaian baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Saat kita merasa damai di rumahmu sendiri, kita akan keluar dari rumah dengan energi yang positif. 6. Luapkan Sisi Kreatif Dalam Diri Setiap orang memiliki sisi kreatif tersendiri. Gali sisi kreatif yang ada di dalam kita, misalnya dengan mewarnai, melukis, menggambar, bermusik, atau apapun yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan stres. Kita juga bisa memajang semua karya kreatif kita di seluruh sudut rumah untuk memancing energi positif sehingga membawa kedamaian dalam diri sendiri dan menyebarkannya kepada orang lain. 7. Sisihkan Waktu dan Bantu Orang Lain Mungkin kita terlalu sibuk dengan aktivitas sehari-hari, entah itu belajar ataupun bekerja. Namun, ada baiknya untuk menyisihkan sebagian waktu untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang relawan. Misalnya membantu para tunawisma dengan memberikan mereka makanan atau membantu membersihkan tempat tinggal mereka. Beberapa rumah sakit bahkan membutuhkan para relawan terutama saat hari libur. Jika tak memungkinkan untuk keluar rumah, kita bisa mengunjungi situs seperti untuk melihat bagaimana kita bisa memberikan kontribusi dalam membantu orang lain. 8. Makan Makanan Sehat Untuk menciptakan perdamaian dunia, tentu saja membutuhkan energi. Jaga diri agar tetap prima dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Dengan kondisi fisik yang sehat, kita bisa menyebarkan lebih banyak kebaikan dan perdamaian. Disamping tentu saja lebih mudah. 9. Meditasi Satu hal yang harus kita ingat, menciptakan perdamaian di dunia itu harus bermula dari diri sendiri. Tak hanya soal fisik, jiwa yang damai juga akan mendatangkan energi yang positif. Lakukan meditasi atau berdoa dan mendekatkan diri kepada sang khalik, niscaya kedamaian dalam diri akan kkita dapatkan. Jika diri kita sendiri sudah damai, kita tentu akan lebih siap untuk menyebarkan dan menciptakan perdamaian dunia.
bagaimana cara membangun damai sejahtera dalam kehidupan