⛸️ Kesimpulan Anemia Pada Ibu Hamil

Kesimpulan dan Saran: Petugas kesehatan bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan kader untuk memberikan konseling mengenai anemia pada ibu hamil serta mengadakan program pembinaan kepada setiap Kehamilan diusia dibawah 20 ta­hun dan diatas 35 tahun adalah kehamilan yang memiliki resiko dan bisa menimbulkan anemia. Kesimpulan usia ibu saat hamil terbukti berhubungan dengan anemia, oleh karena itu sebaiknya ibu jika ingin hamil pada usia diatas 20 tahun dan atau di bawah 35 tahun. Bila hemoglobin ibu sebelum hamil sekitar 11gr% maka terjadinya hemodilusi akan mengakibatkan anemia dan Hb ibu akan menjadi 9,5-10gr% (Pribadi, A, 2015). 2. Tanda Dan Gejala Anemia Gejala umum anemia sering disebut sindrom anemia atau anemic syndrome. Gejala umum anemia adalah gejala yang timbul pada semua jenis anemia. HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN ANEMIA DIKLINIK PRATAMA MARIANA MEDAN TAHUN 2018 ESRI ADELA BR SITEPU 1701032193 Menurut World Health Organization (WHO) pada Tahun 2015 kejadian anemia ibu hamil berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan 11 gram sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan 3,8% pada trimester I yaitu 13,6% Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 54 orang ibu hamil dengan anemia yang terdiri dari 25 orang (25.0%) anaknya dengan kondisi normal dan 29 orang (29.0%) anaknya mengalami stunting. Untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tinggede. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2018. Anemia pada ibu hamil disebut potensial danger of mother and child yaitu anemia potensial yang membahayakan kesehatan ibu dan anak. Dampak anemia pada ibu maupun bayi yaitu dapat menyebabkan abortus, partus imatur/premature, gangguan persalinan. Gangguan pada masa nifas dan gangguan pada janin (Manuaba,2002). Ibu hamil memerlukan tambahan asupan Di Indonesia, kejadian anemia pada ibu hamil masih tinggi. Menurut data Riskesdas (2013), kelompok ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang berisiko tinggi mengalami anemia. Anemia pada ibu hamil umumnya merupakan anemia relatif akibat perubahan fisiologis tubuh selama kehamilan yaitu adanya hemodilusi (Huang et al, 2015). Keadaan kurang gizi pada ibu tingkat berat baik pada waktu hamil maupun menyusui dapat mempengaruhi volume ASI. Kecukupan zat gizi sangat berperan dalam proses penyembuhan luka. Selain kurang gizi, kelebihan gizi juga akan menyebabkan masalah pada masa nifas. Kelebihan zat gizi tertentu pada masa ini dapat menyebabkan penyakit tertentu pada ibu. 5. Pendidikan dengan kejadian Anemia Hasil uji statistik diperoleh nilai Pvalue = 0,491 (p>0,05) berarti tidak terdapat hubungan pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. LATAR BELAKANG: Anemia dalam kehamilan memberi pengaruh yang kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan, persalinan, maupun dalam nifas, dan masa selanjutnya. Berbagai penyulit dapat timbul akibat anemia. Terdapat korelasi yang erat antara anemia pada saat hamil dengan kematian janin di dalam kandungan, abortus, cacat bawaan, dan bayi berat lahir rendah. Hal ini menyebabkan morbiditas dan anemia pada ibu hamil trimester I di Klinik Damayanti Medan Tahun 2012 diperoleh . = 0,026< 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa pemberian tablet zat besi oleh petugas kesehatan yang dikonsumsi ibu hamil trimester I, sebagian besar teratur (60%) dan kejadian anemia pada ibu hamil tidak mengalami anemia (80%). rGR4uF.

kesimpulan anemia pada ibu hamil